ASSALAMUALAIKUM... SELAMAT DATANG... BLOG PEMUDA MUHAMMADIYAH GONDOMANAN :)

Muktamar Muhammadiyah 47

Sukseskan Muktamar Muhammadiyah ke 47 di Makassar | 18-22 Syawal 1436 H / 3-7 Agustus 2015 | "Gerakan Pencerahan Menuju Indonesia Berkemajuan"

Essay : Tantangan Muhammadiyah di Abad Kedua

>> Jumat, 16 April 2010

Persyarikatan Muhammadiyah didirikan di Kauman Gondomanan Yogyakarta. Pada Tanggal 18 November 1912 atau 8 Dzulhijjah 1330 H. KHA Dahlan juga mendirikan berbagai sekolah Muhammadiyah untuk membantu mereka yang tidak bisa meraih pendidikan karena faktor biaya dan juga untuk membekali masyarakat dengan ilmu agama dan juga pengetahuan umum. KHA dahlan juga mendirikan Panti Asuhan untuk merawat mereka agar tidak menjadi terlantar, karena dalam agama Islam diperintahkan menyantuni fakir miskin dan juga yatim piatu.

Dalam kurun beberapa tahun kemudian Muhammadiyah berkembang dengan pesat. Muhammadiyah telah ada hingga Sumatra Barat, Aceh, Palembang, Makasar, Kalimantan, dll. Banyak masyarakat yang sejalan dengan ajaran Muhammadiyah. Bahkan banyak masyarakat yang berbondong-bondong ikhlas menyumbang & mewakafkan tanahnya untuk digunakan Amal Usaha Muhammadiyah.

Kini usia Muhammadiyah sudah mencapai seabad. Muhammadiyah telah berkembang luas dan cukup pesat. Muhammadiyah telah memiliki ribuan amal usaha di bidang pendidikan, kesehatan, sosial, budaya, ekonomi, dll. Muhammadiyah juga memiliki puluhan juta kader yang tersebar di seluruh Indonesia. Ini merupakan Organisasi Masa terbesar di dunia. Dalam usianya yang sudah mencapai seabad ini tentunya Muhammadiyah juga memiliki berbagai PR yang akan menjadi tugas kader Persyarikatan.

Tantangan
Dalam memasuki abad kedua ini Muhammadiyah mengahadapi banyak persoalan. Mulai dari Kristenisasi yang semakin gencar, kelompok yang sekuler dan liberal, adanya pihak yang ingin menarik Muhammadiyah ke ranah politik, pelemahan ideology Persyarikatan, hingga pengerogotan Amal usaha Muhammadiyah oleh partai politik tertentu. Sebagai kader Muhammadiyah yang baik tentu kita harus bersatudan berupaya semaksimal mungkin untuk terus mempertahankan Ideologi Persyarikatan Muhammadiyah. Itu merupakan benteng yang paling ampuh dan paling tepat untuk menghadapi “serangan” dari pihak luar maupun dari dalam. Serta juga konsilidasi diantara pimpinan dan anggota.

Ranting dan juga cabang adalah ujung tombak Persyarikatan Muhammadiyah. Sehingga sebisa mungkin para kader harus bisa mengadakan kegiatan rutin yang sifatnya membangun. Baik itu pengajian, diskusi, seminar, kajian, hingga kegiatan keluar yang dapat membantudan menarik masyarakat seperti bakti sosial, donor darah, pengobatan gratis, takbiran, dll. Jika setiap ranting dan cabang sering konsolidasi dan juga mengadakan kegiatan pasti nanti kader Muhammadiyah akan merasa memiliki Muhammadiyah dan juga semakin cinta dan militan dengan Muhammadiyah.

Pemberdayaan Amal Usaha Muhammadiyah. Muhammadiyah memang memiliki ribuan amal usaha di bidang pendidikan, kesehatan, sosial, budaya, ekonomi, dll. Tetapi itu tidak didata dan diinventarisasi dengan baik. Sehingga banyak amal usaha yang justru digerogi dan dijarah olehsalah satu partai politik. Mereka memanfaatkan celah itu untuk kepentingan mereka sendiri. Sebagai salah satu contoh Masjid Muhammadiyah dan TK ABA tetapi justru dijadikan ajang untuk partai politik tertentu. DI setiap ranting dan cabang harus ada inventarisasi data mengenai jumlah, status tanah, sertifikat, jumlah barang , dll. Selan itu kader Muhammadiyah juga harus merasa memiliki Amal Usaha Muhammadiyah tersebut. Jika setiap kali ada kegiatan atau rapat maka sebaiknya gunakanlah Masjid milik Muhammadiyah atau Amal Usaha yang lain agar pihak lain tidak dapat mengunakannya. Terutama adalah Masjid-Masjid Muhammadiyah yang kebanyakan adalah tanah wakaf. Amanah yang diberikan adalah tanah itu untuk kegiatan Muhammadiyah dan juga untuk kepentingan umat BUKAN UNTUK KEGIATAN POLITIK.

Kader-kader Muhammadiyah harus mampu merebu kembali aset-aset Amal Usaha Muhammadiyah yang telaj dijarah mereka. Kader Muhammadiyah harus mampu dan mau merebut kembali aset-aset Amal Usaha Muhammadiyah yang telah di ambil dijajah, dirampok oleh sebuah partai politik! Jika hal ini terus menerus dibiarkan maka lama-lamaan aset-aset Amal Usaha Muhammadiyah akan habis di jarah oleh mereka. Masjid Muhammadiyah yang pengelolaannya ada di Takmir Masjid SEHARUSNYA ada dibawah Pimpinan Cabang atau Pimpinan Ranting Muhammadiyah setempat. Muhammadiyah Ranting dan Cabang lah yang berhak memilih dan juga melantik Takmir Masjid Muhammadiyah. Sehingga jika ada hal-hal Masjid itu digunakan untuk kegiatan yang menyimpang berbeda ideologi dengan Muhammadiyah. Maka Muhammadiyah Cabang atau Ranting berhak Mareka harus tegas dengan pihak-pihak yang ingin berusaha “memanfaatkan” Amal Usaha Muhammadiyah.

Perlu adanya KPA. (Komisi Pengawas Amal Usaha Muhammadiyah). Perlu dibuat adanya KPA. Hal ini untuk mencegah pihak-pihak yang ingin berupaya menjarah dan juga merampok aset-aset Muhammadiyah. Muhammadiyah juga harus secara tegas mengeluarkan anggotanya atau memecat dari AUM jika mereka terbukti menyalahgunakan AUM untuk kepentingan Partai Politik yang jelas-jelas berbeda ideologi dengan Muhammadiyah.

0 komentar:

Contact PCPM GM

Blog : http://pcpmgondomanan.blogspot.com/
Email : pcpm.gondomanan@gmail.com
YM : pcpm_godomanan
G Talk : pcpm.gondomanan
Account Facebook : pcpm gondomanan
Group Facebook : pemuda muhammadiyah gondomanan
Twitter : @pcpm_gondomanan

pcpm gm

Sekretariat Komplek Masjid Gedhe Kauman Yogyakarta 55122

  © Copyright by Pemuda Muhammadiyah Gondomanan Skyblue by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP