ASSALAMUALAIKUM... SELAMAT DATANG... BLOG PEMUDA MUHAMMADIYAH GONDOMANAN :)

Muktamar Muhammadiyah 47

Sukseskan Muktamar Muhammadiyah ke 47 di Makassar | 18-22 Syawal 1436 H / 3-7 Agustus 2015 | "Gerakan Pencerahan Menuju Indonesia Berkemajuan"

Lomba Gema Takbir Keliling AMM Gondomanan Kota Yogyakarta

>> Jumat, 23 April 2010

ke
Ini adalah Lomba Gema Takbir Keliling AMM Gondomanan Kota Yogyakarta bebrapa waktu yang lalu tepatnya tanggal 19 September 2009 hari Sabtu. Acara ini telah menjadi acara tahunan yang diselenggarakan oleh AMM Gondomanan. Acara ini sendiri berlangsung sangat meriah dimulai dari jam 19.00-24.00 di Start & Finish : Plataran Masjid Gedhe Kauman Yogyakarta.

Acara di Buka oleh Ketua Umum PP Muhammadiyah Bp. Prof. Dr. Dien Syamsudin dan juga Wakil Walikota Yogyakarta Bp. Haryadi Suyuti. Pembukaan diawali dengan pidato Ketua Panitia Aunurrofiq Fitriadi kemudian Ketua Umum PP Muhammadiyah dan juga pelepasan balon berlogo Muktammar 1 Abad Muhammadiyah.

Event ini diikuti 10 peserta yang terdiri dari beberapa utusan AMM diwilayah Kota Yogyakarta dan juga Remaja Masjid. Tampil Sebagai juara adalah dari Fatqul Qarib Prawirodirjan, juara 2 AMM Kauman, dan juara 3 dari Al-Ihsan Ngadiwinatan.

Insya Allah acara ini akan terus berlangsung setiap tahunnya dan akan meningkat menjadi lebih baik lagi. Amin

Foto-Foto yang lain dapat dilihat di http://www.facebook.com/album.php?aid=2023901&id=1433185859









Read more...

Penilaian Pemuda Muhammadiyah Gondomanan dalam Lomba Administrasi PM-NA Se Kota Jogja

>> Senin, 19 April 2010



Pada hari Senin, 19 April 2010 dilakukan Penilaian Pemuda Muhammadiyah oleh Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah Kota Yogyakarta dalam Lomba Administrasi Cabang PM Se Kota Yogyakarta dan juga sekaligus sillaturahim PDM ke Pemuda Muhammadiyah Gondomanan. Penilaian dulakukan oleh juri 3 orang dari PDPM.

Dalam Penilaian Lomba Administrasi dilakukan di Sekretariat Pemuda Muhammadiyah Gondomanan yang bertempat di Komplek Masjid Gedhe Kauman Yogyakarta. Juri menilai Pemuda Muhammadiyah mulai dari identitas, atribut, surat, keuangan, program, dll.

Alhamdulillah dalam penilaian lomba semua materi penilaian lomba, Pemuda Muhammadiyah Gondomanan mendapatkan nilai tinggi. Walaupun ada juga beberapa point yang nilainya kecil. Tetapi kami tetap optimis dan yakin dapat memenangkan lomba administrasi cabang Se Kota Yogyakarta. Minimal kami dapat 3 besar.

Sebelum diadakan Penilaian Kami berbenah dan menata internal organisasi mulai dari membersihkan sekretariat, menyiapkan file-file, surat-surat, keuangan, dan juga beberapa foto dan juga arsip-arsip yang lain. Semoga kami dapat meraih juara dalam lomba ini. Amin

Read more...

Essay : Tantangan Muhammadiyah di Abad Kedua

>> Jumat, 16 April 2010

Persyarikatan Muhammadiyah didirikan di Kauman Gondomanan Yogyakarta. Pada Tanggal 18 November 1912 atau 8 Dzulhijjah 1330 H. KHA Dahlan juga mendirikan berbagai sekolah Muhammadiyah untuk membantu mereka yang tidak bisa meraih pendidikan karena faktor biaya dan juga untuk membekali masyarakat dengan ilmu agama dan juga pengetahuan umum. KHA dahlan juga mendirikan Panti Asuhan untuk merawat mereka agar tidak menjadi terlantar, karena dalam agama Islam diperintahkan menyantuni fakir miskin dan juga yatim piatu.

Dalam kurun beberapa tahun kemudian Muhammadiyah berkembang dengan pesat. Muhammadiyah telah ada hingga Sumatra Barat, Aceh, Palembang, Makasar, Kalimantan, dll. Banyak masyarakat yang sejalan dengan ajaran Muhammadiyah. Bahkan banyak masyarakat yang berbondong-bondong ikhlas menyumbang & mewakafkan tanahnya untuk digunakan Amal Usaha Muhammadiyah.

Kini usia Muhammadiyah sudah mencapai seabad. Muhammadiyah telah berkembang luas dan cukup pesat. Muhammadiyah telah memiliki ribuan amal usaha di bidang pendidikan, kesehatan, sosial, budaya, ekonomi, dll. Muhammadiyah juga memiliki puluhan juta kader yang tersebar di seluruh Indonesia. Ini merupakan Organisasi Masa terbesar di dunia. Dalam usianya yang sudah mencapai seabad ini tentunya Muhammadiyah juga memiliki berbagai PR yang akan menjadi tugas kader Persyarikatan.

Tantangan
Dalam memasuki abad kedua ini Muhammadiyah mengahadapi banyak persoalan. Mulai dari Kristenisasi yang semakin gencar, kelompok yang sekuler dan liberal, adanya pihak yang ingin menarik Muhammadiyah ke ranah politik, pelemahan ideology Persyarikatan, hingga pengerogotan Amal usaha Muhammadiyah oleh partai politik tertentu. Sebagai kader Muhammadiyah yang baik tentu kita harus bersatudan berupaya semaksimal mungkin untuk terus mempertahankan Ideologi Persyarikatan Muhammadiyah. Itu merupakan benteng yang paling ampuh dan paling tepat untuk menghadapi “serangan” dari pihak luar maupun dari dalam. Serta juga konsilidasi diantara pimpinan dan anggota.

Ranting dan juga cabang adalah ujung tombak Persyarikatan Muhammadiyah. Sehingga sebisa mungkin para kader harus bisa mengadakan kegiatan rutin yang sifatnya membangun. Baik itu pengajian, diskusi, seminar, kajian, hingga kegiatan keluar yang dapat membantudan menarik masyarakat seperti bakti sosial, donor darah, pengobatan gratis, takbiran, dll. Jika setiap ranting dan cabang sering konsolidasi dan juga mengadakan kegiatan pasti nanti kader Muhammadiyah akan merasa memiliki Muhammadiyah dan juga semakin cinta dan militan dengan Muhammadiyah.

Pemberdayaan Amal Usaha Muhammadiyah. Muhammadiyah memang memiliki ribuan amal usaha di bidang pendidikan, kesehatan, sosial, budaya, ekonomi, dll. Tetapi itu tidak didata dan diinventarisasi dengan baik. Sehingga banyak amal usaha yang justru digerogi dan dijarah olehsalah satu partai politik. Mereka memanfaatkan celah itu untuk kepentingan mereka sendiri. Sebagai salah satu contoh Masjid Muhammadiyah dan TK ABA tetapi justru dijadikan ajang untuk partai politik tertentu. DI setiap ranting dan cabang harus ada inventarisasi data mengenai jumlah, status tanah, sertifikat, jumlah barang , dll. Selan itu kader Muhammadiyah juga harus merasa memiliki Amal Usaha Muhammadiyah tersebut. Jika setiap kali ada kegiatan atau rapat maka sebaiknya gunakanlah Masjid milik Muhammadiyah atau Amal Usaha yang lain agar pihak lain tidak dapat mengunakannya. Terutama adalah Masjid-Masjid Muhammadiyah yang kebanyakan adalah tanah wakaf. Amanah yang diberikan adalah tanah itu untuk kegiatan Muhammadiyah dan juga untuk kepentingan umat BUKAN UNTUK KEGIATAN POLITIK.

Kader-kader Muhammadiyah harus mampu merebu kembali aset-aset Amal Usaha Muhammadiyah yang telaj dijarah mereka. Kader Muhammadiyah harus mampu dan mau merebut kembali aset-aset Amal Usaha Muhammadiyah yang telah di ambil dijajah, dirampok oleh sebuah partai politik! Jika hal ini terus menerus dibiarkan maka lama-lamaan aset-aset Amal Usaha Muhammadiyah akan habis di jarah oleh mereka. Masjid Muhammadiyah yang pengelolaannya ada di Takmir Masjid SEHARUSNYA ada dibawah Pimpinan Cabang atau Pimpinan Ranting Muhammadiyah setempat. Muhammadiyah Ranting dan Cabang lah yang berhak memilih dan juga melantik Takmir Masjid Muhammadiyah. Sehingga jika ada hal-hal Masjid itu digunakan untuk kegiatan yang menyimpang berbeda ideologi dengan Muhammadiyah. Maka Muhammadiyah Cabang atau Ranting berhak Mareka harus tegas dengan pihak-pihak yang ingin berusaha “memanfaatkan” Amal Usaha Muhammadiyah.

Perlu adanya KPA. (Komisi Pengawas Amal Usaha Muhammadiyah). Perlu dibuat adanya KPA. Hal ini untuk mencegah pihak-pihak yang ingin berupaya menjarah dan juga merampok aset-aset Muhammadiyah. Muhammadiyah juga harus secara tegas mengeluarkan anggotanya atau memecat dari AUM jika mereka terbukti menyalahgunakan AUM untuk kepentingan Partai Politik yang jelas-jelas berbeda ideologi dengan Muhammadiyah.

Read more...

Program Unggulan

>> Selasa, 13 April 2010

Program Unggulan Pemuda Muhammadiyah Gondomanan

1. Lomba Gema Takbir Keliling
Lomba ini menjadi agenda rutin tahunan dilaksanakan setiap tahun pada akhir bulan ramadhan. Lomba ini biasanya berada di tempat start & finish Plataran Masjid Gedhe Kauman Yogyakarta diikuti oleh AMM & Remaja Masjid Se-Kota Yogyakarta. Para peserta menampilkan dengan berbagai lampion, custum serta display. Serta selalu ada kembang api di setiap awal pembukaan & penutupan penyerahan tropy. Pada beberapa waktu yang lalu Gema Takbir AMM Gondomanan di buka oleh Wakil Walikota Haryadi Suyuti & Ketua Umum PP Muhammadiyah Prof.Dr. Dien Syamsudin.


2. Bakti Sosial
Bakti Sosial merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan oleh Pemuda Muhammadiyah Gondomanan. Program ini dilaksanakan pada waktu bulan Dzulhijjah. Pelaksanaan program ini dengan memberikan hewan Qurban dan juga sembako kepada kaum dhuafa. Dalam setiap kegiatan Pemuda Muhammadiyah Gondomanan selalu memilih tempat yang daerahnya ekonominya menengah kebawah dan juga daerah yang rawan terhadap kristenisasi. Dalam beberapa waktu yang lalu diselenggarakan Bakti Sosial Qurban berada di Desa Ngramang, Pengasih, Kulon Progo Yogyakarta.


3. Pengajian Antar Ranting
Pengajian ini berlangsung disetiap ranting yang ada di dalam wilayah Gondomanan. Dengan tujuan mengarabkan diantara anggota dan juga ajang silaturrahim sesama kader Pemuda Muhammadiyah di wilayah Gondomanan.


4. Futsal
Futsal ini berlangsung setiap Ahad pagi yang diselenggarakan oleh Pemuda Muhammadiyah Gondomanan. Dalam futsal ini tidak hanya diikuti oleh anggota Pemuda Muhammadiyah Gondomanan. Tetapi dalam sesekali juga mengadakan tanding dengan Pemuda Muhammadiyah Kauman, Pemuda Muhammadiyah Danurejan, SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta, Madrasah Muallimin Muhammadiyah Yogyakarta, Pemuda Muhammadiyah Prawirodirjan, Remaja Masjid Blunyah, dll. Tujuan dilaksanakan futsal ini selain untuk olah raga membuat badan sehat juga untuk mempererat silaturrahim diantara kader Pemuda Muhammadiyah Gondomanan dan juga dengan kader Muhammadiyah yang lain.

Read more...

Gallery

Pemuda Muhammadiyah Gondomanan Tahun 1969





Gema Takbir AMM Gondomanan















Penilaian Lomba Administrasi



Lomba Debat


Baksos Qurban Pemuda Muhammadiyah Gondomanan








Raker Pemuda Muhammadiyah Gondomanan


Tabligh Akbar di Bantul


Aksi Pemuda Muhammadiyah Gondomanan & AMM DIY Dukung Palestina



Read more...

Lomba Debat AMM Kota Jogja

>> Senin, 12 April 2010

Pada hari Ahad yang lalu 4 April 2010. AMM Kota Jogja menyelenggarakan Debat Kader. Kami mengikuti lomba tersebut dengan mengirim perwakilan dari PCPM Gondomanan & AMM Kauman bersama Aunurrofiq Fitriadi Lifthya Akmala dan Azka Ramadhan.

Pertanyaan dari moderator dan juri seputar soal fatwa rokok, bom bunuh diri, libur hari jum'at,SDIT, dll. Setelah melalui babak penyisihan yang cukup keras. Alhamdulillah kami bisa lolos ke final. Dalam babak final dengan lawan dari PCPM Mantrijeron, PCPM Kotagede dan PCPM Wirobrajan. Semoga kami dapat juara 1. Amin


Read more...

Sekretariat Pemuda Muhammadiyah Gondomanan




Sekretariat Pemuda Muhammadiyah beralamat di Komplek Plataran Masjid Gedhe Kauman Yogyakarta. Tepat di depan atau Barat Masjid Gedhe Kauman Yogyakarta. Semua agenda rapat, dan kegiatan lainnya berlangsung di sekretariat.

Insya Allah nanti juga akan kami pusatkan sebagai sekretariatPengembira yang akan berkunjung di Gondomanan dalam Muktamar 1 Abad Muhammadiyah tanggal 3-8 Juli 2010

Read more...

Nomor Telepon Penting Muktamar

>> Minggu, 11 April 2010


Berikut ini adalah daftar No Telp. Panitia Muktamar 1 Abad Muhammadiyah di Kota Yogyakarta yang akan berlangsung pada tanggal 3-8 juli 2010.

Read more...

Struktur PCPM Gondomanan

>> Kamis, 08 April 2010

Ketua : Muhammad Fathunniam Arrozi

Sekretaris : Tommy Perdana Putra
Sekretaris II : Muhammad Aufa Faris

Bendahara : Alfian Rizky
Bendahara II : Azka Ramadhan

Divisi Minat Bakat & Kaderisasi
Koord : Aunurrofiq Fitriadi
Anggota :
1. Ferry Agusta Putra
2. Ahmad Zona Ardiardi
3. Muhmammad Arif Darmawan
4. Dona Bagus Sapautra

Divisi Dakwah & Kajian Strategis
Koord : Ridwan Wicaksono
Anggota :
1. Yusuf Khairunnas Arrahman
2. Muhammad Rizki
3. Zulizar
4. Ahmad Zaki

Divisi Kewirausahaan & Pengabdian Masyarakat
Koord : Ryan Fauzi
Anggota :
1. Pramudia Hutama
2. Gunawan Muhammad
3. Faturrahman
4. Esa Permana

Read more...

Alumni Pemuda Muhammadiyah Gondomanan

Pemuda Muhammadiyah Gondomanan mempunyai banyak alumni yang sekarang telah tersebar di seluruh Indonesia. Diantaranya adalah :

1. Durbani
2. Ahwad Wahdan
3. Ismed Wibowo
4. Aris Munandar (PDM Pekalongan)
5. Drs. Muhammad Waznan (Majelis Tarjih PWM )
6. Prof. Dr. Bambang Pranowo (PWM DKI Jakarta)
7. Ruhani (PCM Gondomanan)
8. Sugito
9. Bazar marzuki ( PP tapak Suci)
10. Relut Fahrur
11. Hizbullah R ( PW Tapak Suci Jakarta)
12. Ahmad Saefudin Amin (PCM Gondomanan)
13. Ir. Azman Latif (PWM DIY)
14. Ir. Djaudan
15. Darobi ( Guru SMA Muh. 1 YK)
16. Eri Herjuntanto
17. Rahmad Hadi (PDPM)
18. Muhammad Abduh (PDM Kota Jogja)
18.

Read more...

Amien Rais : “Jangan terhanyut cara berfikir sekuler”

>> Selasa, 06 April 2010

Apa arti penting Muktamar Seabad Muhammadiyah bagi Bapak dan warga Muhammadiyah?

Muktamar ke-46 ini memang mempunyai makna yang sangat strategis sekaligus prospektif dalam arti dapat mengepakkan sayap yang lebih jauh ke cita-cita Muhammadiyah. Muktamar Jogjakarta kali ini memang punya nilai historis, karena muhammadiyah akan mengawali abad ke-duanya, kemudian punya nilai yang sangat substantif karena Muhammadiyah ditunggu jawabannya atas masalah–masalah global yang sekarang menggenangi umat manusia di muka bumi. Masalah-masalah global itu antara lain ledakan penduduk dimana anak cucu Adam setiap tahun bertambah 150 jutaan.

Kemudian krisis energi, lantas krisis pangan, karena mulut manusia yang harus diberi makan lebih cepat bertambah daripada kesediaan pangan. Juga kerusakan ekologi di mana-mana. Tetapi yang tidak kalah penting adalah krisis kemanusian.
Yang terakhir ini sesungguhnya terdapat krisis relevansi bagi agama-agama besar. Terus terang di dunia muslim, angkatan muda yang jumlahnya puluhan juta, dari Mesir sampai Indonesia, dari Malaysia sampai Turki, sedang mengalami ghazwul fikri atau serangan-serangan ideologi dari dunia Barat yang mencoba melemahkan akidah angkatan muda Islam. Nah karena itu, Muktamar Muhammadiyah diharapkan sebagai lembaga puncak permusyawaratan Muhammadiyah kiranya dapat menjawab, paling tidak secara parsial, masalah-masalah besar itu.

Peran apa yang harus diambil muhammadiyah untuk dapat menjawab dan mengantisipasi tantangan dan krisis itu?

Saya kira ada tiga tahapan dalam hal ini. Pertama kita harus berani menyegarkan pemahaman keislaman kita untuk konteks kehidupan dewasa ini dalam arti dengan ijtihad yang tidak henti. Muhammadiyah harus mampu memberikan jawaban atas masalah-masalah modern yang sering mengganggu stabilitas agama di muka bumi ini. Dari masalah birth control, kemudian masalah peranan wanita yang semakin kebablasan di berbagai wilayah di muka bumi ini, kemudian juga gejala gejala sekularisme, pluralisme kebablasan, dan liberalisme kebablasan yang ini harus ditertibkan lebih dahulu. Artinya kader Muhammadiyah tidak boleh terhanyutkan oleh cara berfikir yang sekuler, yang liberalistik, dan yang pluralistik kebablasan itu.

Kedua, kita harus bisa memproduksi kader-kader yang handal sebanyak mungkin. Sesungguhnya pertarungan antar kelompok di muka bumi ini pada hakekatnya pertarungan produksi kader, pertarungan menimbulkan generasi baru untuk memikul misi masing masing
Yang ketiga, jelas sekali Muhammadiyah perlu rekonstruksi organisasi yang selama ini sudah berjalan puluhan tahun, barangkali perlu dilakukan penyegaran-penyegaran. Apakah masih seyogyanya, misalnya, majelis-majelis yang secara klasik sudah ada saat ini dipertahankan, atau perlu ditambah, dipertajam dan lain lain. Jadi saat ini Muhammadiyah masih selalu berkisar kepada majelis tabligh, tarjih, wakaf, dikdasmen, dikti dan majelis yang lain. Barangkali di awal abad 21 ini Muhammadiyah perlu melakukan perubahan-perubahan struktural yang barangkali nanti Muktamar bisa menentukan.

Tiga paket ini tidak berdiri sendiri, dari segi pemikiran perlu penyegaran, segi kaderisasi perlu perbanyakan dan dari segi organisasi perlu pembaharuan

Apakah saat ini Muhammadiyah sudah sesuai dengan harapan bapak, dan sudah sesuai dengan cita cita KHAD dan perintis yang lain?

Sekarang ini, apa yang dicita-citakan oleh Ahmad Dahlan saya kira sudah sebagian besar tercapai. Misalnya AD ingin melihat Muhammadiyah memproduksi kyai yang intelektual dan intelektual yang kyai. Kader Muhammadiyah banyak sekali yang ilmu agamanya cukup mumpuni, tapi pengetahuan umumnya cukup handal dan dapat dibandingkan dengan kelompok yang lain. Tapi KHAD hidup satu abad yang lalu dimana persoalan globalisasi, krisis peradaban dan lain-lain belum segawat sekarang ini.

Muhammadiyah lahir 100 tahun lalu dalam konteks kolonialisme, bangsa kita menjadi bumipetera yang dijajah dan tidak punya kesempatan untuk bangkit. Nah, sekarang zaman sudah berubah sehingga rumusnya adalah yang sudah baik kita pertahankan dan teruskan, yang kurang kita tutup dengan langkah langkah yang baru. Artinya pada zaman AD, Muhammadiyah belum punya think tank atau lembaga litbang, misalnya, yang pada zaman modern sekarang amat diperlukan.

Jadi dari sudut ini saja tentu kita sudah mendapatkan modal yang bagus dari pendiri kita, yang dilanjutkan dari masa ke masa oleh pemimpin Muhammadiyah yang lain. Dan sekarang inilah, saat kita berpindah dari abad pertama dan kedua, kita harus berani membuat perubahan-perubahan dan terobosan-terobosan.

Bagaimana pengalaman bapak dalam Muhammadiyah?

Saya sebagai kader Muhammadiyah, yang sering saya katakan 24 karat secara berkelakar, karena kakek saya ketua Muhammadiyah Gombong, Ibu saya Ketua Aisyiyah Surakarta, Ayah saya Ketua Majelis Pendidikan Surakarta. Maka saya sering berkelakar bahwa sebelum lahir saya sudah Muhammadiyah .

Tiga tahun saya memimpin PP Muhammadiyah memang saya betul-betul menikmati bagaimana Muhammadiyah telah menjadikan kita sebagai orang mukmin dan muslim yang paham Islam secara proporsional. Saya yakin sekali yang ditanamkan oleh Muhammadiyah itu adalah bahwa Islam tidak lebih dan tidak kurang, iman dan amal soleh. Dari Iman dan amal soleh itu, muhammadiyah melahirkan ribuan amal usaha, dari TK sampai PT, dari Baitul Aytam hingga Musholla dan masjid, dari RS besar sampai BKIA dan Rumah bersalin yang kecil, bahkan kita punya beberapa bank lokal, yang sesungguhnya ini merupakan perwujudan dari amal soleh Muhammadiyah .

Satu hal prinsip yang saya pegang, apakah di siang hari atau malam hari, di petang atau di pagi hari, adalah kita harus melaksanakan amar ma'ruf nahi munkar dalam segala bidang. Kemudian dalam melawan kemunkaran itu kita pegang Hadits nabi yang paling ideal kalau kita lakukan perlawanan itu, kita lakukan dengan tangan kita, kalau tidak bisa cukup dengan lisan atau tulisan kita, kalau itupun tidak bisa ataupun tidak mampu, maka cukup dengan hati, tapi yang terakhir ini tentu selemah-lemah iman.

Bagaimana seharusnya Muhammadiyah berhubungan dengan pemerintah?

Saya memang menyadari bahwa pesan pak AR fakhruddin perlu kita pegang. Dalam membawa Muhammadiyah kita ini kalau sudah berhadapan dengan pemerintah jangan berkacak pinggang menantang-nantang, tapi juga jangan sampai tiarap. Kita duduk sama rendah berdiri sama tinggi dengan pemerintah.

Mengapa?

Karena yang dilakukan Muhammadiyah seperti memelihara anak yatim dan mendirikan ribuan sekolah dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, itu membantu pemerintah memenuhi tugas-tugas konstitusionalnya. Jadi sesungguhnya kita tidak pernah merasa harus berterima kasih pada pemerintah, justru pemerintah harus berterimakasih kepada Muhammadiyah . karena Muhammadiyah melakukan hal-hal yang sifatnya memberi bantuan pemerintah menunaikan tugas-tugas konstitusinya itu.

Tapi memang adakalanya kita tidak hanya berkacak pinggang kalau perlu berhadapan ketika kita menghadapi sebuah kekuasaan yang sudah melampaui batas. Waktu itupun (akhir pemerintahan Soeharto, red.) kita memang harus membuat ijtihad, jadi bukan asal tabrak atau asal berani dalam arti nekat.

Jadi seandainya sekarang Muktamar Muhammadiyah mencari dana agak kesulitan, itu saya kira karena mungkin panitia belum mengetuk pintu-pintu yang sesungguhnya. Kalau pas ketukannya mungkin juga akan mendapatkan dana yang lebih dari mencukupi.

Muhammadiyah tidak mendapatkan poisisi dalam pemerintah, benarkah?

Saya kira akan ada koreksi kecil, kita punya kader Muhammadiyah dalam pemerintah. Patrialis akbar dulu salah satu ketua PP PM. Zulkifli Hasan juga kader Muhammadiyah terkemuka di Lampung dan Ketua Majelis Ekonomi PWM DKI.

Apa Pesan Bapak terhadap mereka semua yang ber-Muktamar Muhammadiyah dan Aisyiyah?

Jadi kepada para muktamirin dan muktamirat yang bersama-sama akan melaksanakan hajatan puncak, saya menyampaikan tiga hal. Pertama, berjuanglah di Muhammadiyah dengan ikhlas seikhlas ikhlasnya, hanya orang ikhlas yang tidak bisa dibelokkan oleh Syetan. Kedua, jangan pernah lupa bahwa Allah hanya menurunkan bantuan pada hamba-Nya yang berjamaah. Janganlah kita sampai berjuang nafsi-nafsi , satu ke utara satu ke selatan, ngalor-ngidul, tapi hendaknya dalam suasana ukhuwah dan kolektivitas layaknya kader kader Muhammadiyah. Ketiga, Saya wanti-wanti sekali bahwa abad 21 adalah zaman kompetisi yang sangat kejam, seolah-olah terjadi hukum alam, siapa kuat akan punya daya tahan hidup, siapa lemah akan tergilas roda sejarah. Muhammadiyah harus sigap dan cekatan supaya kita tidak digilas oleh roda sejarah.(*)

http://www.seabadmuhammadiyah.com/index.php?option=com_content&view=article&id=96:jangan-terhanyut-cara-berfikir-sekuler&catid=34:beritamuktamar&Itemid=56

Read more...

Contact PCPM GM

Blog : http://pcpmgondomanan.blogspot.com/
Email : pcpm.gondomanan@gmail.com
YM : pcpm_godomanan
G Talk : pcpm.gondomanan
Account Facebook : pcpm gondomanan
Group Facebook : pemuda muhammadiyah gondomanan
Twitter : @pcpm_gondomanan

pcpm gm

Sekretariat Komplek Masjid Gedhe Kauman Yogyakarta 55122

  © Copyright by Pemuda Muhammadiyah Gondomanan Skyblue by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP